Kamis, 27 Agustus 2015

KARAKTERISTIK BUKTI DIGITAL MENURUT BEBERPA KUMPULAN PAPER



karakteristik dari barang bukti digital, sebgai seorang investigasi farensik digital tentunya mengenal jenis dan karaktersistik barang bukti sangat lah penting, guna untuk mempermudah para pelaku investigasi dalam menerapkan konsep penelusuran barang bukti yang lebih tervalidasi, berikut saya lampirkan beberpa jenis karakteristik dari barang bukti yang di kutip dari beberpa paper yang saya temukan di beberpa sumber internet.


1.      Paper “Problema dan Solusi Digital Chain of Custody dalam Proses Investigasi Cybercrime“.

v  Judul : Problema dan Solusi Digital Chain of Custody dalam Proses Investigasi Cybercrime
v  Penulis : Yudi Prayudi
v  Sumber : www.researchgate.net
v  Karakteristik Bukti Digital :
·         Mudah untuk diduplikasi dan ditransmisikan
·         Sangat rentan untuk dimodifikasi dan dihilangkan
·         Mudah terkontaminasi oleh data baru
·         Time sensitive
·         Dimungkinkan bersifat lintas negara dan yurisdiksi hokum

2.      Paper “Problema dan Solusi Digital Chain of Custody dalam Proses Investigasi Cybercrime”.

v  Judul            : Problema dan Solusi Digital Chain of Custody dalam Proses Investigasi Cybercrime
v  Penulis          : Dwi Hartoyo
v  Sumber        : www.cifor.org
v  Karakteristik Bukti Digital
·         Apakah terlihat
·         Apakah mudah diubah atau dihancurkan
·         Membutuhkan tindakan pencegahan untuk mencegah perubahan
·         Membutuhkan peralatan khusus dan peralatan
·         Membutuhkan pelatihan khusus
·         Membutuhkan kesaksian ahli

3.      Paper “Digital Evidence and Computer Forensics “

v  Judul            :  Digital Evidence and Computer Forensics
v  Penulis          : Don Mason
v  Karakteristik Bukti Digital
·         Informasi dari nilai pembuktian yang disimpan atau ditransmisikan dalam bentuk biner dan dapat diandalkan di pengadilan
·         Dibuat oleh User ; Teks (dokumen, e-mail, chatting, IM), Alamat buku, Bookmarks, Database, Gambar (foto, gambar, diagram), Video dan suara file, Halaman Web, Catatan pelanggan layanan akun penyedia
·         Dibuat oleh Komputer Jaringan ; Header Email, Metadata, Log Kegiatan, (Cache Browser, sejarah, cookie), Backup dan registry file, File konfigurasi, File Printer spool, File Swap dan lainnya "sementara" Data, Kaset Surveillance, rekaman

4.      Disertasi “Judges’ Awareness, Understanding, and Application of Digital Evidence“

v  Judul             :  Judges’ Awareness, Understanding, and Application of Digital Evidence
v  Penulis          : Gary Craig Kessler
v  Sumber        :  www.garykessler.net
v  Karakteristik Bukti Digital

 
·         storange : volume bukan menjadi isu permasalahan, tidak terorganisir dengan baik
·         Backup : sudah lumrah jika backup dilakukan, volatile, backup terdistribusi
·         Proses copy : terdapat copy-an untuk semua versi, terdapat metadata
·         Transmisi : eletronik, dapat diubah, pendistribusian tanpa batas
·         Security: perimeter global, terenkripsi

5.      Paper “Securing Digital Evidence”

v  Judul             : Securing Digital Evidence
v  Penulis          : Jennifer Richter, Nicolai Kuntze, Carsten Rudolph
v  Sumber        : http://www.trustedcomputinggroup.org
v  Karakteristik Bukti Digital
·         Dalam bentuk biner
·         Dapat dengan mudah dimanipulasi
·         Data yang dikumpulkan dapat dengan mudah dimodifikasi
·         Data yang dimodifikasi sulit untuk dideteksi

·         Rentan mengalami kerusakan dari saat di-retrieve sampai dijadikan barang bukti.

Selasa, 25 Agustus 2015

MODEL IVESTIGASI DARI PAPER "PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS"

MODEL INVESTIGASI DARI PAPER 
"PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS"


Meningkatnya kriminalsasi yang menggunakan digital informasi sebagai alat dalam melakukan segala tindak kejahatan, hal ini tentunya cukup sangat menghawtirkan. dan karna itu dalam rangka menghadapi masalah ini, para pihak investigator digital khususnya  harus memiliki beberpa model/konsep sebagai langkah atau prosedur dalam penangannan kasus tersebut.

sejak tahun 1984, sebuah metode atau model dalam proses penangan investigasi pernah di perkenalkan, di mata dunia, di ikuti dengan perkembangan jaman, sejumlah besar prosess penangann mulai di perbaruhi, beberpa macam metode pun lahir, dan terus di kembangkan melalui peninjauan dari berbagai macam prosses penyidikan, untuk di lakukan pembaruan yang lebih terarah agar dapat membantu pihak penyidik dalam mengidentifikasi masalah dalam sebuah kasus.

Pada awal tahun 1984, FBI laboratorium dan badan-badan penegak hukum lainnya mulai mengembangkan program komputer untuk memeriksa barang bukti .
Proses atau prosedur diadopsi dalam melakukan penyelidikan forensik komputer memiliki pengaruh sangat berpengaruh terhadap hasil penyelidikan tersebut.
pemilihan prosedur dalam mengadopsi konsep penangan  haruslah di lakukan dengan baik dan berdasarkan standar dan aturan yang ada, apabila salah memilih konsep dapat mengakibatkan kurang tepatnya suatu proses hasil investigasin dan hal itu dapat berakibat, kurang validnya suatu barang bukti.
kurang satu langkah prosedur atau menggunakan prosedur lain dapat menyebabkan hasil yang tidak maksimal,  karena itu dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak valid, dan berkemungkinan barang bukti tidak dapat di terima di persidangan.


Berikut beberpa konsep konsep model investigasi
















IDENTIFYING COMMON PHASE





Setelah melakukan Pengamatan rangkuman  dari Paper  “PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS” terdapat beberpa macam model yang di kembangkan baik tahun ke tahun, yang telah di aplikasikan dengan bergai mcam cara, disni terdapat sedikt masalah yang di hadapi dalam penerapan model pada para pelaku investigator, disini di temukan bahwa terdapat Beberapa model investigasi hanya dapat diaplikasikan pada skenario tertentu, sementara model yang lain dapat diaplikasikan pada skenario yang lebih luas. Dan juga terdapat Beberapa model ada yang sangat mendetail, sementara model yang lain general.
untuk itu di buat salah satu metode/atau konsep yang di ambil dari beberpakonsep dari investigasi, guna sebagai acuan dalam prosses investigasi

1.      Pre-Process
Tugas-tugas yang dilaksanakan dalam fase ini berhubungan dengan semua pekerjaan yang harus dilakukan sebelum dimulainya proses investigasi dan pengumpulan data secara resmi.
2. Acquisition & Preservation
Fase ini adalah fase pengumpulan, pengamanan, dan penyimpanan data sehingga dapat digunakan pada fase berikutnya.

3. Analysis
Fase ini adalah proses investigasi forensik komputer fokus data yang telah didapatkan untuk mengidentifikasi sumber kejahatan dan menemukan pelaku kejahatan tersebut.

4. Presentation
Temuan-temuan dalam fase analisis didokumetasikan dan dipresentasikan kepada pihak yang berwenang. Dengan
bertujuan membuat pihak berwenang paham akan apa yang dipresentasikan, dan  juga harus didukung oleh bukti yang kuat untuk membuktikan kebenaran dari suatu kasus kejahatan. Di pengadilan.

5. Post-Process
Fase ini berhubungan dengan akhir dari sebuah proses investigasi. Barang bukti fisik dan digital harus dikembalikan kepada pihak yang berwenang untuk menyimpannya. Peninjauan terhadap proses investigasi harus dilakukan agar ada pembelajaran yang dapat diambil dan bisa meningkatkan performa investigasi pada masa yang akan datang.

Diagram usulan model investigasi GCFIM dirancang agar investigator dapat kembali ke fase sebelumnya, karena tidak menutup kemungkinan investigator akan berhadapan dengan situasi yang dapat berubah-ubah terkait dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP, baik fisik maupun digital), alat investigasi yang digunakan, alat kejahatan yang digunakan, dan tingkat keahlian investigator.

Kesimpulan :
Perkembangan Model konsep investigasi dari tahun-tahun ketahun  mengalami banyak perubahan yang cukup signifikan, baik dari segi prosses , perecanaan ,analysis, preprosses dan lain-lain, semua berkembang sesuai dengan , perkembangan jaman yang menuntut perbaikan model investigasi.
Model investigasi harus terus di upgrade sesuai dengan kebutuhan, kompleksnya suatu model berperan penting juga terhap kinerja dan prosses investigasi guna sebagai penangann barang bukti yang lebih komplek dan dapat di pertanggung jawabkan di muka pengadilan. 


SUMBER :
Yusoff, Y., Ismail, R., & Hassan, Z. (2011). Common phases of computer forensics investigation models.International Journal of Computer Science & Information Technology (IJCSIT), 3(3). Retrieved fromhttp://airccse.org/journal/jcsit/0611csit02.pdf


Paper “The Future of Mobile Forensics

·         Disusun oleh : Oleg Afonin, Danil Nikolaev & Yuri Gubanov
·         Tahun            : 2015
·         Sumber         : http://articles.forensicfocus.com/2015/06/23/future-of-mobile-forensics/
·         Issue            : forensics Mobile on the future

Kebanyakan pasti setuju bahwa zaman keemasan mobile forensik sudah selesai .Tidak ada lagi cara mudah untuk mendapatkan melalui passcode ios di new devices yang menjalankan versi terakhir ios Chip-off akuisisi sudah mati ios bagi perangkat full-disk karena enkripsi , sementara fisik pengadaan perangkat apple sudah mati sejak pengenalan 64-bit dari perangkat dan ios versi 8 yang tidak dapat jailbroken .Blackberry yang sangat tahan chip-off untuk akuisisi sejak awal , android dan semakin cepat di sana .Whitepaper di sini , kita akan melihat ke dalam kondisi saat ini untuk forensik untuk program yang berbeda dan perangkat , namun tren saat ini dan mencoba untuk memprediksi untuk forensik bagaimana akan terlihat pada tahun tahun mendatang .
Solusi
Beberapa cara untuk melakukan akuisisi :
IOS
Kedepannya cara untuk mengakuisisi IOS adalah dengan cara over-the-air, Karena banyak pengguna mengkonfigurasi perangkat mereka untuk mempertahankan backup Cloud, data dapat diperoleh dari iCloud (atau diminta dari Apple). Atau alternative lainnya dengan  akuisisi logis melalui offline (iTunes) backup
Android
Mengunakan JTAG akuisisi tetap menjadi pilihan yang layak untuk perangkat yang kompatibel (jika enkripsi seluruh disk tidak digunakan), sementara chip off akuisisi masih dapat digunakan sebagai pilihan terakhir pada perangkat tidak terenkripsi.atau dengan melaui Google Akun pengguna, termasuk disinkronisasikan bookmark Chrome, password, daftar perangkat yang terdaftar dan informasi geolocation mereka, surat (Gmail) dan acara kalender, dan sebagainya.



Offline backup umumnya tidak tersedia untuk pengguna Android, namun mereka dapat secara teknis diproduksi dengan produsen tertentu (misalnya melalui Sony PC Companion untuk smartphone Xperia). Tidak ada backup Cloud penuh tersedia (Android mendatang M adalah untuk mengubah itu, membawa Apple seperti backup untuk Android). Namun, banyak informasi dapat diambil dari Google Akun pengguna, termasuk disinkronisasikan bookmark Chrome, password, daftar perangkat yang terdaftar dan informasi geolocation mereka, surat (Gmail) dan acara kalender, dan sebagainya.
Google mengumpulkan banyak informasi tentang penggunanya. Informasi ini dikumpulkan dari semua perangkat di bawah ID Google yang sama termasuk telepon, tablet, komputer desktop dan laptop terlepas dari sistem operasi (jika setidaknya satu layanan di bawah payung Akun Google telah digunakan). Memperoleh informasi dari Google Akun pengguna dapat memberikan banyak bukti yang berharga. Kita pasti bisa melihat tren di sini, dengan forensik perangkat Android yang dilengkapi (dan pada titik tertentu diganti) dengan analisis berbasis cloud dari Google Akun pengguna.


 Paper “FACE: Automated digital evidence discovery and correlation

·   Disusun oleh : Andrew Case*, Andrew Cristina, Lodovico Marziale, Golden G. Richard, Vassil Roussev
·   Tahun            : 2008
·   Sumber         : http://www.digitalforensicsassociation.org/papers/
·    Issue            : tools analysis momory

Tools digital forensik sedang dikembangkan dalam menanggapi peningkatan yang beragam, sasaran. forensik  tools yang diciptakan khusus untuk menangani berbagai macam tugas  analisis untuk sistem berkas , selain menganalisis memori , dll .
selain itu membuat sedikit usaha interoperate untuk satu sama lain .Itu membuatnya sangat sulit dan time-consuming investigation untuk membuat gambaran yang lebih besar baik dari sebelumnya.
Hasil analisis ini yang disajikan sebagai sebuah rangkaian untuk melihat keadaan sistem  dari target , untuk mempermudah penyelidik agar dapat  mengerti ..

Solusi dalam isu dari papar ini adalah ,meembuat suatu tool yang mamapu menganalisa dengan cepat dengan menutup beberpa kekeurangan dengan tujuan untuk membatu atau memepermudah kinerja para penyidik.
1.      Membuat aplikasi bantuan untuk menganlisa /forensic memory Ramparser di beri nama FACE, aplikasi ini sangat membantu karna memiliki beberpa fitur yang belum pernah ada sebelumnya pada OS linux tentunya, aplikasi ini sifatnya open –source, beberpa fitur yang di miliki salah satunya adalah :
·         Process functions: adalah fungsi yang menidentifikasi running prosess, code prosses, modull prosessstack,head and data stagment.
·         File functions : berfungsi  untuk menidentifikasi file yang trbuka, sharing libraries, sharing memory dan anonymously mapped memory.
·         Network functions:fungsinya untuk mengidetifikasi soket yang sedang terbuka, informasi protocol telah terkirim ataukah belum.


Paper “COMMON PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS 

·         Disusun oleh : Yusoff, Y., Ismail, R., & Hassan, Z
·         Tahun            : 2011
·         Sumber         : http://airccse.org/journal/jcsit/0611csit02.pdf
·         Issue            : Investigation Models
Meningkatnya kegiatan kriminal menggunakan informasi digital sebagai alat atau target perintah untuk terstruktur cara di menghadapi isu tersebut.Sejak 1984 ketika sebuah proses diformalkan pernah diperkenalkan, sejumlah besar baru dan sudah diperbaharui proses penyelidikan forensik komputer telah dikembangkan.Dalam kertas kerja ini kita ditinjau ulang beberapa dipilih penyelidikan proses yang telah diproduksi di seluruh tahun dan kemudian diidentifikasi umumnya berbagi proses.
Pada awal tahun 1984, fbi laboratorium dan badan-badan penegak hukum lainnya mulai mengembangkan program komputer untuk memeriksa bukti 1.Proses atau prosedur diadopsi dalam melakukan penyelidikan forensik komputer memiliki pengaruh langsung untuk hasil penyelidikan tersebut.Memilih kekurangtepatan proses investigasi dapat menyebabkan tidak lengkap atau hilangnya barang bukti.
kurang satu langkah prosedur atau menggunakan prosedur lain dapat menyebabkan hasil yang tidak maksimal,  karena itu dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak valid, dan berkemungkinan barang bukti tidak dapat di terima di persidangan.
Beberapa model investigasi hanya dapat diaplikasikan pada skenario tertentu, sementara model yang lain dapat diaplikasikan pada skenario yang lebih luas.dan ada beberapa model sangat mendetail, sementara model yang lain general.

Solusi :
 untuk itu di buat salah satu metode/atau konsep yang di ambil dari beberpakonsep dari investigasi, guna sebagai acuan dalam prosses investigasi


1. Pre-Process

Tugas-tugas yang dilaksanakan dalam fase ini berhubungan dengan semua pekerjaan yang harus dilakukan sebelum dimulainya proses investigasi dan pengumpulan data secara resmi.

2. Acquisition & Preservation

Fase ini adalah fase pengumpulan, pengamanan, dan penyimpanan data sehingga dapat digunakan pada fase berikutnya.

3. Analysis

Fase ini adalah proses investigasi forensik komputer fokus data yang telah didapatkan untuk mengidentifikasi sumber kejahatan dan menemukan pelaku kejahatan tersebut.

4. Presentation

Temuan-temuan dalam fase analisis didokumetasikan dan dipresentasikan kepada pihak yang berwenang. Dengan
bertujuan membuat pihak berwenang paham akan apa yang dipresentasikan, dan  juga harus didukung oleh bukti yang kuat untuk membuktikan kebenaran dari suatu kasus kejahatan. Di pengadilan.

5. Post-Process


Fase ini berhubungan dengan akhir dari sebuah proses investigasi. Barang bukti fisik dan digital harus dikembalikan kepada pihak yang berwenang untuk menyimpannya. Peninjauan terhadap proses investigasi harus dilakukan agar ada pembelajaran yang dapat diambil dan bisa meningkatkan performa investigasi pada masa yang akan datang.

Senin, 24 Agustus 2015

Sejarah Ilmu Forensik


Forensik berasal dari bahasa latin yaitu forenses yang aritanya adalah diluar sedangkan dan forum yang aritnya tempat untuk berkumpul, maka dari itu forensik dapat di artikan sebagai ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membatu proses dalam pembuktian suatu kasus, dalam perkembangannya, forensik di terapkan dalam berbagai bidang ilmu, antara lain, ilmu fisika forensik, kimia forensik, kedokteran forensik, psikologi forensik, dan komputer forensic.
Banyak Para ahli yang berpendapat munculnya ilmu forensik berawwal dari tokoh fiktif dalam sebuah novel Sherlock Homles yang dioleh Arthur Conan Doyle, yang diterbitkan pada tahun 1887, namun pada refernsi lain dikatakan bahwa pada sebelum tahun 1887 ilmu forensik sudah berkembang yang di populerkan oleh Mathieu Orfila yaitu pada tahun 1787-1853 melakukan sebuah riset tentang cara untuk mendeteksi racun, sehingga beliau di juliki sebagai bapak Toksikologi Forensik.
Berikut beberpa nama-nama pelopor forensic

1.      Francis Galton (1822-1911) : sidik jari;
2.      Leone Lattes (1887-1954) : Golongan darah (A,B,AB & O)
3.      Calvin Goddard (1891-1955) : senjata dan peluru (Balistik)
4.      Albert Osborn (1858-1946) : Document examination
5.      Hans Gross (1847-1915) : menerapkan ilmiah dalam investigasi criminal
6.      FBI (1932) : Lab.forensik.

Ilmu forensik adalah ilmu yang mempelajari benda-benda yang berhubungan dengan kejahatan. Benda-benda ini dinamakan barang bukti. Para ilmuwan forensik mempelajari barang bukti supaya bisa dijadikan sebagai bukti dalam persidangan. Istilah forensik berarti : “dapat dipakai dalam persidangan hukum.”
Saat menganalisis barang bukti, para ilmuwan forensik melakukan kegiatan-kegiatan yang sama seperti yang dilakukan para ilmuwan lain: mereka mengamati, menggolongkan, membandingkan, menggunakan angka, mengukiur, memperkirakan, menafsirkan data, dan kemudian menarik kesimpulan yang masuk akal berdasarkan barang bukti yang ada. Ilmu forensik bersifat aktif dan tak kenal lelah. Ilmu ini menyelidiki secara tuntas.

Ilmuwan forensik bisa saja seorang petugas kepolisiaan atau detektif. Polisi khusus bertanggung jawab menyelidiki kejahatan-kejahatan serius. Ilmuwan forensik bisa juga anggota-anggota dari laboratorium forensik negara, daerah, atau kota yang bekerja sama dengan polisi dan detektif. Beberapa ilmuwan forensik memiliki latar belakang dalam bidang kriminologi, yaitu ilmu tentang kejahatan. Ilmuwan forensik lainnya mengkhususkan diri dalam bidang patologi (ilmu tentang penyebab –penyebab kematian dan penyakit), kimia, biologi, kedokteran gigi, psikiatri, psikologi, atau teknik.
Departemen kepolisian yang besar dan organisasi pemberantas kejahatan tingkat nasional, seperti FBI (Federal Bureau of Investigation) memiliki ilmuwan forensik tersendiri. Di departemen kepolisian yang lebih kecil, para petugas kepolisian seringkali merangkap tugas sebagai ilmuwan forensik sekaligus penyelidik. Banyak negara bagian memiliki laboratorium forensik daerah yang bekerja sama dengan seluruh departemen kepolisian setempat. Ada sekitar 400 laboratorium forensik di Amerika Serikat, dan sekitar 40.000 ilmuwan forensik dan teknisi. Sebagian besar ilmuwan forensik memiliki ijazah ilmu kriminologi atau bidang spesialisasi lainnya. Seorang ilmuwan forensik dapat juga bekerja di jurusan biologi, kimia, antropologi atau kriminologi di universitas, dan dipanggil untuk bekerja sama dengan departemen kepolisian atau laboratorium forensik setempat jika diperlukan.
Pada tahun 2010, di Amerika Serikat ada lebih dari 12.000 teknisi ilmu forensik.
Di masa pemerintahan Roma, tuntutan pidana dalam menyampaikan kasus oleh masing – masing terdakwa dan penggugat memberikan argumen nya kepada pengadilan dengan membawa bukti hukum untuk di presentasikan. Istilah forensik pada waktu itu lebih kepada “hukum” atau “kaitannya dengan pengadilan”. Namun istilah forensik saat ini lebih kepada bidang ilmiah yang mempelajari “ilmu forensik”.
Pada zaman dulu belum ada forensik yang standar, yang menyebabkan para pelaku lolos dari hukuman. Investigasi kriminal dan pengadilan pada saat itu bergantung pada pengakuan paksa dan keterangan saksi. Namun sumber-sumber yang lalu meninggalkan beberapa catatan yang dapat dipelajari sebagai dasar dari konsep-konsep dalam ilmu forensik yang di kemudian dikembangkan ssecara berabad-abad.

Kesimpulan
Forensik berasal dari bahasa latin yaitu forenses yang aritanya adalah diluar sedangkan dan forum yang aritnya tempat untuk berkumpul, maka dari itu forensik dapat di artikan sebagai ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membatu proses dalam pembuktian suatu kasus
Ilmu forensik adalah ilmu yang mempelajari benda-benda yang berhubungan dengan kejahatan. Benda-benda ini dinamakan barang bukti. Dan Ilmu forensik adalah cara atau metode ilmiah untuk mengumpulan, memeriksa, menyelidiki informasi yang sudah lewat. Ini penting dilakukan oleh penegakan hukum di mana forensik dilakukan dalam kaitannya dengan hukum pidana atau perdata.

Sumber :
e-dokumen.kemenag.go.id/files/VQ2Hv7uT1339506324.pdf

forensicswiki.org/wiki/Computer_forensics