Selasa, 25 Agustus 2015

MODEL IVESTIGASI DARI PAPER "PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS"

MODEL INVESTIGASI DARI PAPER 
"PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS"


Meningkatnya kriminalsasi yang menggunakan digital informasi sebagai alat dalam melakukan segala tindak kejahatan, hal ini tentunya cukup sangat menghawtirkan. dan karna itu dalam rangka menghadapi masalah ini, para pihak investigator digital khususnya  harus memiliki beberpa model/konsep sebagai langkah atau prosedur dalam penangannan kasus tersebut.

sejak tahun 1984, sebuah metode atau model dalam proses penangan investigasi pernah di perkenalkan, di mata dunia, di ikuti dengan perkembangan jaman, sejumlah besar prosess penangann mulai di perbaruhi, beberpa macam metode pun lahir, dan terus di kembangkan melalui peninjauan dari berbagai macam prosses penyidikan, untuk di lakukan pembaruan yang lebih terarah agar dapat membantu pihak penyidik dalam mengidentifikasi masalah dalam sebuah kasus.

Pada awal tahun 1984, FBI laboratorium dan badan-badan penegak hukum lainnya mulai mengembangkan program komputer untuk memeriksa barang bukti .
Proses atau prosedur diadopsi dalam melakukan penyelidikan forensik komputer memiliki pengaruh sangat berpengaruh terhadap hasil penyelidikan tersebut.
pemilihan prosedur dalam mengadopsi konsep penangan  haruslah di lakukan dengan baik dan berdasarkan standar dan aturan yang ada, apabila salah memilih konsep dapat mengakibatkan kurang tepatnya suatu proses hasil investigasin dan hal itu dapat berakibat, kurang validnya suatu barang bukti.
kurang satu langkah prosedur atau menggunakan prosedur lain dapat menyebabkan hasil yang tidak maksimal,  karena itu dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak valid, dan berkemungkinan barang bukti tidak dapat di terima di persidangan.


Berikut beberpa konsep konsep model investigasi
















IDENTIFYING COMMON PHASE





Setelah melakukan Pengamatan rangkuman  dari Paper  “PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS” terdapat beberpa macam model yang di kembangkan baik tahun ke tahun, yang telah di aplikasikan dengan bergai mcam cara, disni terdapat sedikt masalah yang di hadapi dalam penerapan model pada para pelaku investigator, disini di temukan bahwa terdapat Beberapa model investigasi hanya dapat diaplikasikan pada skenario tertentu, sementara model yang lain dapat diaplikasikan pada skenario yang lebih luas. Dan juga terdapat Beberapa model ada yang sangat mendetail, sementara model yang lain general.
untuk itu di buat salah satu metode/atau konsep yang di ambil dari beberpakonsep dari investigasi, guna sebagai acuan dalam prosses investigasi

1.      Pre-Process
Tugas-tugas yang dilaksanakan dalam fase ini berhubungan dengan semua pekerjaan yang harus dilakukan sebelum dimulainya proses investigasi dan pengumpulan data secara resmi.
2. Acquisition & Preservation
Fase ini adalah fase pengumpulan, pengamanan, dan penyimpanan data sehingga dapat digunakan pada fase berikutnya.

3. Analysis
Fase ini adalah proses investigasi forensik komputer fokus data yang telah didapatkan untuk mengidentifikasi sumber kejahatan dan menemukan pelaku kejahatan tersebut.

4. Presentation
Temuan-temuan dalam fase analisis didokumetasikan dan dipresentasikan kepada pihak yang berwenang. Dengan
bertujuan membuat pihak berwenang paham akan apa yang dipresentasikan, dan  juga harus didukung oleh bukti yang kuat untuk membuktikan kebenaran dari suatu kasus kejahatan. Di pengadilan.

5. Post-Process
Fase ini berhubungan dengan akhir dari sebuah proses investigasi. Barang bukti fisik dan digital harus dikembalikan kepada pihak yang berwenang untuk menyimpannya. Peninjauan terhadap proses investigasi harus dilakukan agar ada pembelajaran yang dapat diambil dan bisa meningkatkan performa investigasi pada masa yang akan datang.

Diagram usulan model investigasi GCFIM dirancang agar investigator dapat kembali ke fase sebelumnya, karena tidak menutup kemungkinan investigator akan berhadapan dengan situasi yang dapat berubah-ubah terkait dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP, baik fisik maupun digital), alat investigasi yang digunakan, alat kejahatan yang digunakan, dan tingkat keahlian investigator.

Kesimpulan :
Perkembangan Model konsep investigasi dari tahun-tahun ketahun  mengalami banyak perubahan yang cukup signifikan, baik dari segi prosses , perecanaan ,analysis, preprosses dan lain-lain, semua berkembang sesuai dengan , perkembangan jaman yang menuntut perbaikan model investigasi.
Model investigasi harus terus di upgrade sesuai dengan kebutuhan, kompleksnya suatu model berperan penting juga terhap kinerja dan prosses investigasi guna sebagai penangann barang bukti yang lebih komplek dan dapat di pertanggung jawabkan di muka pengadilan. 


SUMBER :
Yusoff, Y., Ismail, R., & Hassan, Z. (2011). Common phases of computer forensics investigation models.International Journal of Computer Science & Information Technology (IJCSIT), 3(3). Retrieved fromhttp://airccse.org/journal/jcsit/0611csit02.pdf

Share this

0 Comment to "MODEL IVESTIGASI DARI PAPER "PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS""

Posting Komentar